Pulau Lemukutan, Sungai Raya Kepulauan, Bengkayang
Perjalanan wisata menggunakan transportasi laut ke Pulau Lemukutan dapat dijangkau dengan perahu motor angkutan umum dengan waktu tempuh 1 jam 30 menit dengan biaya @Rp.30.000,-/orang, sedangkan apabila menggunakan speed boat (perahu cepat) dapat ditempuh selama 30 menit perjalanan, namun perahu cepat hanya bisa dilakukan dengan sistem carter Rp.1.500.000,-/pp (antar jemput).
Kami berangkat dari Kota Singkawang sekitar pukul 08.00 menuju ke dermaga Teluk Suak, Perjalanan dari dermaga Teluk Suak menuju ke Pulau Lemukutan memakan waktu sekitar 1 jam lebih. Sepanjang perjalanan, kita disuguhi pemandangan pulau-pulau eksotis yang menggugah rasa penasaran karena sebagian besar pulau tersebut tidak berpenduduk. Hembusan angin khas lautan diiringi dengan hempasan ombak kecil membuat kita seolah-olah tidak percaya masih berada di Kalimantan Barat yang lebih dikenal dengan kekayaan alam berupa hutan dan sungai.



Sesampai di Pulau Lemukutan (kami mendarat di dermaga teluk cina), kita langsung disuguhi dengan pemandangan air laut sebening kristal yang tak sanggup untuk menyembunyikan keindahan terumbu karang bawah laut yang terjaga dengan baik. Setelah kami turun dari dermaga pulau Lemukutan, kami langsung menuju ke penginapan yang sudah kami pesan sebelumnya yang berada ditepi pantai. Sebagian besar jalan dan pantai dipulau ini ditutupi oleh kerikil halus yang memanjakan kaki saat berjalan. Irama pohon kelapa yang berayun mengikuti hembusan angin diiringi kicauan burung seakan membuat kita berada di sebuah pulau yang jauh dari peradaban manusia.


Saat berjalan menyusuri pulau, semua penduduk membuat merasa nyaman dengan keramahan penduduk di pulau, menyapa dan memberikan senyuman kepada kami. Pulau ini hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki, sepeda dan kendaraan roda dua karena memang tidak bisa dilalui mobil dan bahkan tidak kelihatan ada mobil di pulau tersebut. Setelah puas berjalan kaki, kami pun memutuskan untuk bermain kano (sejenis perahu sampan) di pantai sambil menikmati keindahan terumbu karang dibawah air laut jernih yang memanjakan mata.





Suasana malam di Pulau Lemukutan sangat berbeda dengan diperkotaan. Sebagian besar warga ada yang tidak menutup pintu rumah mereka pada malam hari bahkan kunci motor juga tidak dicabut, mungkin karena mereka sudah mengenal sesama warga yang ada dipulau.




Komentar
Posting Komentar